Dana Syariah New Normal Dan Inklusi Industri Fintech
01
Oct

New Normal Dan Inklusi Industri Fintech

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa tahun terakhir sering terdengar soal modus layanan financial technology ilegal yang akhirnya merugikan masyarakat. Nampaknya sudah sangat diperlukan untuk membuat undang-undang mengatur masalah ini. Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Riswinandi Idris mendukung gagasan adanya aturan untuk menindak lebih keras para penyelenggara ilegal tersebut. "Perlu supaya perlu melakukan tindakan lebih keras. Karena dengan dukungan teknologi mereka yang sudah ditindak dan di-banned (blokir) oleh Satgas [Waspada Investasi] bisa tetap hidup lagi," kata Riswinandi saat berbincang di Profit CNBC Indonesia, Jumat (1/10/2021). Dia mengatakan adanya undang-undang akan membantu pekerjaan Satgas Pengawas Investasi (SWI) Dengan begitu pekerjaan mereka memiliki aturan jelas dan masyarakat paham adanya aturan tersebut. Saat ini aturan tersebut masuk dalam undang-undang jasa keuangan yang sedang diproses. Menurutnya sudah ada pembahasan dengan Kementerian Keuangan, untuk aturan yang bukan hanya terkait soal fintech. "Kita masukkan juga Omnibus undang-undang sektor jasa keuangan yang sedang diproses untuk masuk ke bagian itu untuk memperkuat industri," ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Dana Syariah Indonesia, Taufiq Aljufri menyebutkan industri membutuhkan aturan yang menimbulkan efek jera. Termasuk dengan ada mekanisme penindakan pidana akan sangat bagus. Menurutnya para fintek ilegal ini dapat mengganggu industri yang sehat dan merugikan masyarakat banyak. "Karena mungkin saat ini Pak Tongam dan kawan-kawan ini (Satgas Pengawas Investasi) tidak punya tools untuk memberikan penegasan adanya efek jera niatnya nakal dari awal," kata dia. Sementara itu salah satu pemain di industri, KoinWorks juga terus melakukan edukasi terkait masalah tersebut. Chief Financial Officer Koinworks, Mark Bruny menyebutkan pihaknya sangat aktif di media sosial dan juga memberi tahu konsumen jika terjadi sesuatu di dalam industri. "Kami sangat aktif di media sosial, Youtube. Kami tidak hanya mengedukasi konsumen soal produk namun juga memberikan warning megenai sesuatu yang terjadi di industri," jelasnya. Source : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20211001131624-37-280694/wah-pinjol-ilegal-bakal-diberangus-via-omnibus-law-keuangan


Berita Lainnya

Informasi lainnya yang sesuai dengan pencarian anda

Dana Syariah Yuk Kunjungi Virtual Booth Danasyariah.id!
19
Oct

Yuk Kunjungi Virtual Booth Danasyariah.id!

Sebagai salah satu penyelenggara layanan Financial Technology (Fintech) Peer to Peer (P2P) Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Dana Syariah Indonesia turut mendukung acara FIN EXPO BIK 2021 dengan menjadi pese..

Lihat Selengkapnya >
Dana Syariah Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
19
Oct

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 Hijriyah. Di hari yang mulia ini, kita peringati sebagai hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tepatnya Hari Senin 12 Rabiul Awal 1443 Hijriy..

Lihat Selengkapnya >
Dana Syariah Optimalisasi Peran Digital Financing dalam Mendukung Akses Pembiayaan Syariah
05
Oct

Optimalisasi Peran Digital Financing dalam Mendukung Akses Pembiayaan Syariah

Gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Tahun 2021 merupakan kesekian kalinya  FESyar digelar dan Untuk Regional Jawa, FESyar kembali digelar di Jawa Timur. Pada hari Selasa 28..

Lihat Selengkapnya >

Ingin Tau Lebih Lanjut ?

Dengan senang hati kami melayani Anda. Silahkan hubungi kami untuk informasi selengkapnya

PETUNJUK ARAH WhatsApp

Terdaftar dan Diawasi oleh :

blog